Siaran di KPFM Balikpapan

Siaran KPFM
21 10-2017
Siaran di KPFM Balikpapan

Memilah sampah rumah tangga dari sumbernya masih menjadi hal yang sulit dilakukan masyarakat Balikpapan, meskipun sosialisasi dari pemerintah kota terus berjalan. Dari latar belakang itulah Nugroho bersama Indra menciptakan sebuah aplikasi berbasis online untuk membuang sampah, yakni Nyampah.

Hal tersebut dibeberkan Nugroho didampingi brand ambassador Nyampah Azra, Co Founder Indra dan Direktur Operasional Taufik pada program Community Talk radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan yang dipandu announcer Iwenk, Sabtu (16/9).

Nugroho sebagai founder Nyampah menceritakan, ide terciptanya aplikasi Nyampah ini berawal dari pengamatan adanya kesalahpahaman, antara petugas pengangkut sampah dan warga pemilik rumah yang meletakkan sampah di depan rumah namun tidak terangkut.

Karena menilai ada yang perlu diperbaiki dengan sistem pengangkutan sampah tersebut, lalu sharing dengan berbagai pihak, akhirnya tercetuslah gagasan. Kemudian Nugroho mengomunikasikan dengan sahabatnya Indra.

“Sebenarnya permasalahan sampah ini permasalahan kita semua. Jadi setelah saya tahu bagaimana sistem pengangkutan sampah, tiba-tiba muncul ide untuk bikin aplikasi pengangkutan sampah dengan catatan, masyarakat yang nantinya akan menggunakan aplikasi ini juga sudah harus melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik di rumah,” ujarnya pada pendengar radio yang mengudara pada frekuensi 95.4 Mhz ini.

Dikatakannya, Nyampah sudah dilaunching 17 Agustus 2017 lalu. Namun belum dipraktikkan secara luas, karena masih dalam tahap sosialisasi sistem kerja Nyampah ke beberapa pihak yang terkait, seperti bank sampah dan masyarakat.

Sebenarnya aplikasi Nyampah ini tidak sulit untuk dipelajari. Setelah masyarakat menginstall aplikasi Nyampah di smartphone dengan email dan nomor telefon, masyarakat bisa memilih; ingin menjadi pemesan sebagai penyetor sampah, driver sebagai pengambil sampah, atau pengelola bank sampah sebagai tempat penampungannya.

Jika sebagai pemesan, setelah mendaftar masuk ke halaman profil dengan memilih lokasi penjemputan sampah sesuai alamat yang dimasukkan. Kemudian, sistem secara otomatis akan mendeteksi minimal 10 bank sampah terdekat di alamat yang diketik dari bank sampah yang paling dekat ke yang paling jauh.

“Setelah terpilih bank sampahnya, diisi estimasi berat sampah yang sudah dipilah, minimal 5 Kg. Kemudian pilih jadwal hari penjemputannya. Nanti tunggu dihubungi oleh driver Nyampah,” jelas Nugroho.

Sejauh ini di bawah Yayasan Ekualiber sudah ada 108 bank sampah yang tergabung, dan itu belum termasuk milik Pemerintah Kota Balikpapan.

Menurutnya, aplikasi ini hadir dengan harapan orang harus tahu dulu, ternyata cara memilah sampah yang benar itu seperti ini. Dan yang terpenting, sampah ini bernilai komersil. Jadi bukan sekadar sampah yang tidak berguna.

“Masyarakat bisa menjadi pemesan, driver maupun pengelola bank sampah. Bahkan pengembang aplikasinya akan mendapatkan poin yang bisa dipakai untuk membeli kebutuhan sehari-hari, seperti membeli pulsa, listrik, makan dan sebagainya,” imbuhnya. Untuk info lebih lengkap dan ingin mengetahui lebih jauh tentang Nyampah, bisa mengunjungi media sosial Facebook, Instagram Twitter dan Youtube di @nyampahdotid atau ke websitenya www.nyampah.id

http://www.kapefm.com/buang-sampah-dengan-aplikasi-nyampah/

Related article

  • 21 10-2017
    Siaran di SmartFM Balikpapan

    21 Oktober 2017

    Read more...
  • 21 10-2017
    Siaran di Onix Radio Balikpapan
    Read more...
  • 14 09-2017
    Sosialisasi Nyampah bareng Balikpapan Babywearers

    Beberapa waktu lalu pada hari Sabtu (9/9/2017), kami berkesempatan untuk mengunjungi kegiatan Babywearers di Namin Kampung Timur, Balikpapan. Babywearers merupakan komunitas bagi para ibu yang masih memiliki bayi dengan beragam kegiatan dimulai dari sharing cara…

    Read more...

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *